Alien

Alien Mungkin Menumpang Planet Untuk Menjelalah Antariksa

Selama ini, teori soal kedatangan alien pasti dibarengi dengan ketidakhadiran UFO sebagai kendaraannya. Sekarang, seorang peneliti mengajukan teori baru yang cukup mengagetkan merupakan alien dapat saja menumpang planet yang mengambang bebas untuk menjelajahi antariksa.

Konsep ‘penumpang kosmik’ ini yaitu hasil pemikiran Irina Romanovskaya, seorang dosen fisika dan astronomi di Houston Community College, via studinya yang diterbitkan di International Journal of Astrobiology.

“Hampir 10 tahun yang lalu, saat membaca perihal inovasi planet yang mengambang bebas, aku memikirkan skenario hipotetis perihal planet yang mengambang bebas mendekati Tata Surya,” kata Romanovskaya, seperti dikutip dari Vice, Senin (6/6/2022).

“Tak ada lampu lintas di galaksi. Seandainya Tata Surya kebetulan berada di tengah jalan planet yang mengambang bebas, planet itu tak akan stop di lampu merah. Planet itu akan terbang lewat Tata Surya. Kemungkinan terjadinya event seperti itu akan bertumpu pada berapa banyak planet mengambang bebas di galaksi kita, yang dikala itu masih dalam estimasi,” sambungnya.

Sekarang, ilmuwan memperkirakan ada puluhan miliar planet yang mengambang bebas sebab keluar dari cara bintangnya pengaruh interaksi dengan obyek lainnya. Planet-planet seperti ini susah ditemukan sebab tak ada sinar dari bintang di dekatnya untuk meneranginya.

Romanovskaya mengatakan planet-planet ini mungkin masih dapat dihuni, lebih-lebih sekiranya mempunyai lautan di bawah permukaan. Planet seperti ini memang diperkirakan ada di tata surya kita.

Planet juga mempunyai lebih banyak profit diperbandingkan pesawat awam seperti UFO yang patut dibangun dengan sulit payah oleh alien penjelajah luar angkasa. Romanovskaya mengatakan planet telah mempunyai sumber kekuatan alam seperti air dan logam berharga yang dapat mentenagai perjalanan ini.

Habitat natural di planet ini juga dapat menjadi penangkis yang tepat sasaran untuk menangkal radiasi di luar angkasa, dan gravitasi yang telah ada dapat membikin alien tak perlu memaksimalkan gravitasi buatan.

Romanovskaya juga memberikan sistem untuk mencari alien yang mungkin mencontoh perjalanan antar planet seperti ini. Umpamanya dengan mencari pertanda radiasi elektromagnetik tak awam di sekitar planet yang mengambang bebas.

Spesies alien yang telah memahami perjalanan seperti ini juga dapat saja meninggalkan ‘technosignatures’ dalam rutenya, di mana jejak ini dapat ditiru dan diidentifikasi dari Bumi.

Teleskop James Webb yang baru diluncurkan juga dapat mendeteksi radiasi inframerah, yang mungkin saja dipancarkan oleh planet mengambang bebas yang telah diubah oleh alien menjadi pesawat luar angkasa.

Tak cuma peradaban alien, Romanovskaya mengatakan teori seperti ini juga dapat dipakai oleh manusia di Bumi. Seandainya suatu dikala sang surya telah mulai sekarat, manusia dapat saja mencegat planet yang via dan menumpanginya untuk menuju kehidupan yang baru.

“Sebagian populasi manusia mungkin juga menetapkan untuk pindah ke cara planet lain untuk memperluas ketidakhadiran peradaban kita di galaksi. Atau, manusia bisa mengirim sejumlah besar teknologi untuk menjelajahi bintang dan ruang luar angkasa,” pungkasnya.